Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Sharing:

"Maranatha, datanglah Tuhan Yesus"

Saya adalah salah seorang meditator dari kota Salatiga. Saya sudah cukup lama menjadi pewarta Sabda Tuhan. Suatu hari Romo Tan Thian Sing MSF mengunjungi kelompok doa kami. Ia memperkenalkan dan mengajari kami meditasi menurut ajaran John Main. Sejak saat itu saya mulai bermeditasi dua kali sehari, pagi dan malam hari.

Pada bulan Okober 2008 saya ikut "Lokakarya Meditasi Kristiani" bersama Pater Laurence Freeman, Romo Verbeek dan Romo Siriakus di Wisma Shallom Bandungan. Saya sangat tersentuh dan sangat bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya dalam wujud doa yang murni ini. Malam pertama lokakarya saya tidak dapat tidur sampai pukul tiga pagi karena ayat-ayat Kitab Suci terus menerus bermunculan dalam benak saya dengan makna yang baru dan makna yang lebih mendalam. Ayat-ayat yang dulunya tidak dapat saya pahami dengan jelas.

Saya terus tekun bermeditasi dua kali sehari, selama meditasi saya tidak merasakan mendapat sesuatu apapun. Walaupun demikian saya tetap bertekun bermeditasi.

Menjelang Paskah saya merasa lelah dan kurang bertenaga. Waktu saya berobat di salah satu rumah sakit, dikatakan bahwa dari hasil CT koroner saya terlihat ada 3 sumbatan di pembuluh jantung saya. Saya segera pergi untuk dikateter agar saya dapat merayakan Tri Hari Suci. Ternyata waktu dilakukan kateterisasi keadaan saya jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan dan saya harus menjalankan operasi bedah jantung.

Waktu menerima kabar buruk itu, saya hanya bisa berkata kepada Tuhan, "Tuhan, aku sakit jantung, Maranatha". Saya merasa bahwa Tuhan menjawab doa saya: "Aku sudah tahu sebelum dokter memberi tahu" Tiba-tiba saya menjadi sadar bahwa Tuhan begitu dekat, Ia ada di dalam diri saya, bersama saya. Di pikiran saya muncul ajaran Pater John Main. Ia mengatakan bahwa tujuan dari meditasi adalah persatuan dengan Allah. Ini berarti juga harmoni dengan diri sendiri dan dengan Allah. Sembuh atau tidak sembuh (mati) itu sama saja. Kalau sembuh saya hidup bersama Tuhan Yesus di dunia. Kalau tidak sembuh saya hidup bersama Tuhan Yesus di Rumah Bapa. Tiba-tiba tidak terasa lagi segala kekhawatiran, ketakutan maupun kegelisahan. Tuhan menyatu dengan saya, saya merasakan damai yang mendalam. Tidak ada ketegangan. Otak dan pengertian saya yang tumpul baru dapat memahami ajaran John Main setelah saya dinyatakan menderita sakit jantung. Oh, sakit yang memberikan pencerahkan dan membahagiakan.

Waktu saya bermeditasi saya tidak mendapatkan sesuatu. Di luar doa (waktu sakit) mendapatkan segala-galanya. Akhirnya saya dioperasi pada hari Jum'at Agung pukul duabelas siang, tepat pada jam Tuhan kita disalib, wafat dan bangkit untuk kita. Oleh bilur-bilur-Nya saya disembuhkan.

Saya terus bertekun untuk bermeditasi dua kali sehari dan terlibat secara aktif dalam menyebar luaskan doa seperti yang diajarkan oleh Pater John Main. Bersama sama dengan rekan-rekan meditator dari kota lain saya terlibat aktif dalam kepanitiaan untuk "Lokakarya Meditasi Kristiani" yang berlangsung di Griya Assisi di Bandungan pada tanggal 30 April - 2 Mei 2010 yang dipimpin Romo Tan Thian Sing,

Maranatha, datanglah Tuhanku dan Rajaku, rajailah hidupku.
Salatiga, 3 Mei 2010 - P.C. Arwianto



Sharing Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: