Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Sharing:

Kematian itu Seperti Pencuri di waktu Malam

KEMATIAN ITU SEPERTI PENCURI DIWAKTU MALAM
Mengenang Bp. Ignatius Susanto (Meditator BSD)


Pada tgl 26 Februari kira jam 11 pagi saya mendapat telepon dari ibu Anna (Kepala Sekolah TK St. Antonius Padua). Dikabarkan bahwa ayah Daniel yaitu Bp. Ignatius Susanto meninggal pagi itu.
Berita ini yang sangat mengejutkan hati saya dan bahkan seperti disambar petir rasanya. Seluruh paroki yang mengenal Bp. Ignatius Susanto terkejut, terlebih para teman Meditator. Dia orang yang tak pernah bermasalah dengan sakit, terlihat kokoh kuat, bersemangat, menggebu-gebu, pantang mundur dalam perjuangan. Dia juga sangat intens mengikuti Meditasi Kristiani dan bahkan seorang pendamping kelompok yang mempunyai dedikasi yang tinggi, dan terus-menerus punya cita-cita dan usaha untuk mengembangkan kelompok.
Kami semua para Meditator sangat kehilangan dan mengapa begitu cepat ia pergi.

Tetapi sebagai orang beriman kita semua diingatkan kata-kata Santo Paulus yang berbunyi; “ Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Flp 1 : 21). Teman Meditator kita ini dalam pengalaman doanya, membawa dia sangat dekat dengan Kristus dan mengedepankan Kristus sebagai andalan dia. Kita semua percaya bahwa Bp. Ignatius Susanto kini sudah tinggal bersama Dia yang diimani dan dicintai. Sesudah menunaikan tugasnya di dunia ini selalu bersama dengan Kristus, mati bersama dengan Kristus dan hidup sesudah hidup ini juga bersama dengan Kristus yang selama ini dicari serta dirindukannya.

Kerinduan Bapak Santo sudah terjawab oleh Tuhan, ia boleh tinggal bersama Tuhan untuk selama-lamanya dengan bahagia. Kita percaya saat ini teman kita ini pasti sudah bersama dengan Malaikat di Surga. Lagu Bersama Malaikat di Surga ini selalu dikidungkan ketika ia masih di dunia dan dia senang sekali mengajak para Meditator yang lain untuk menyanyikan lagu itu. Saya sendiri masih terngiang ketika berdoa didekat petinya dan sampai sekarang ini, maka baiklah saya kutip lagu itu agar yang membaca ikut melambungkan lagu ini :

Bersama malaikat di Surga,
Nyanyikan kidung pujian
Bermasmur bagi Mu muliakan nama Mu
Yesus aku memuji Mu
Tanganku kuangkat pada Mu
Masuk dalam hadirat Mu
Rasakan kasih Mu, ku jadi milik Mu
Yesus aku menyembah Mu
Hosanna, hosanna, aku memuji Mu
Alleluya, alleluia aku menyembah MU




Kalau kita mengenal secara dalam terhadap pribadi almarhum, penghayatan Imannya luar biasa dan dia juga melakukan apa yang di imani. Kita juga percaya Kristus yang mencintai secara luar biasa dalam karya penebusanNya, pasti almarhum sudah berbahagia bersama malaikat di surga.
Maka dengan iman dan kepercayaan, kami melepas, merelakan kepergian Bp. Ignatius Susanto, dan tak akan pernah protes terhadap Tuhan Sang Pencipta. Kami bersama dengan Meditator seluruh dunia dan secara khusus seluruh Indonesia mengucapkan “Selamat Jalan dan jadilah pendoa bagi kami”. Kami percaya saat ini engkau lebih hidup dan lebih bisa menolong kami.

Pengalaman kepergian Bp. Santo yang begitu cepat meninggalkan kami teman-teman Meditator sangat menyadarkan kami untuk berjaga dan berdoa, mengisi hidup ini dengan hal-hal yang bermakna; cinta yang hidup kepada Tuhan dan sesama.
Bila kematian itu akibat dosa manusia, orang yang beriman dan mencintai Kristus akan dihidupkan kembali oleh iman dan cintanya. Persekutuan dengan Kristus membuat kita orang berdosa ini diberi hidup kembali. Maka dalam praktik meditasi, kita hanya ingin bersekutu dengan Kristus, mencintai Kristus dan tinggal bersama dengan Kristus. Kristus memberikan kesempatan dan tempat tapi kita harus berani dan mau terus-menerus melepaskan ikatan-ikatan yang membelenggu hidup kita. Lepaskan kelekatan-kelekatan manusia lama, egoisme yang selalu mencari kepentingan diri sendiri yang menghambat perjalanan menuju Tuhan.

Dalam menanggapi judul diatas, bahwa kematian itu seperti pencuri diwaktu malam, kita semua yang kecil maupun yang besar, yang muda maupun yang tua harus siap berangkat. Orang Sunda mengatakan: “Sing caricing pageh kancing, sing saringset pageuh iket“ yang artinya terus menerus siap siaga; dengan cara berdoa, berbela rasa, beramal kasih, mengampuni, menyelamatkan, dan beranikan dirimu untuk mengambil bagian hidup Illahi yang tanpa akhir.
Kematian Kristus dikayu salib telah membebaskan manusia dari rasa takut kematian, karena Kristus memberikan kehidupan baru bersamaNya di surga. Yang penting dengarkan sabdaNya, lakukan perintahnya dengan penuh iman dan cinta, wujudkan disaudara-saudari yang sangat membutuhkan, tersisih dan tertindas, termiskin dan terlantar.
Terimakasih Tuhan atas cintaMu yang Engkau berikan lewat kehadiran Pak Ignatius Susanto di Komunitas Meditasi Kristiani, meskipun waktunya terlalu singkat bagi kami. Terima kasih untuk pelayananmu dan pengorbanan bagi kelompok Meditasi di BSD.

Akhirnya kami para Meditator BSD mengucapkan beribu terimakasih kepada para Meditator Pusat, kepada Ibu Kindawati selaku pimpinan Pusat Meditasi Kristiani dan Bp. Andreas atas perhatian, cinta, kehadiran dalam Misa Arwah saudara kami Ignatios Susanto tgl 26 Februari 2013 malam, juga karangan bunga yang indah yang menguatkan dan memberi penghiburan bagi keluarga.
Kami juga bersyukur kepada Romo Lukas Sulaiman, OSC dan Romo Yayah, OSC yang telah berkenan mempersembahkan Misa bagi Almarhum Ignatius Susanto.

Salam kasih dari: dari Sr. Ignatio, OSU dan para Meditator BSD


Source: http://mkserpong.blogspot.com/2013/03/kematian-itu-seperti-pencuri-diwaktu_3.html



Sharing Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: