Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Bahan Pengajaran:

Minggu Paskah

Dalam penjara namun bebas Yoh 20: 1-19

Kebangkitan berlangsung bila kita menerima kenyataan. Ada banyak segi pada kebangkitan te-tapi saya ingin memperhatikan satu saja hari ini.

Para murid dan perempuan-perempuan saleh merasa kehilangan ketika Yesus dijatuhi hukuman mati. Mereka kehilangan seorang sahabat dan pemimpin. Kehilangan harapan. Mereka semua tahu bahwa Yesus harus melakukan sesuatu. Seharusnya Dia mengusir orang-orang Romawi. Dia seharusnya memiliki kuasa politik dan memberi mereka kedudukan tinggi dalam pemerintahanNya yang baru. Ia harus turun dari salib dan membuat kagum setiap orang dengan mujizat-mujizat yang lebih besar.

Tetapi Yesus tidak melakukan semua ini. Dalam pandangan manusia Dia gagal total.

Akhirnya para murid mulai memahami bahwa Yesus masih hidup tetapi dengan cara baru. Mereka sadar telah menilai Dia dalam keadaanNya sebagai manusia biasa dan mereka sekarang tertantang memiliki hubungan dengan pribadi yang sama tetapi dengan cara yang sama sekali lain. Lenyaplah harapan akan keagungan bagi Dia dan bagi mereka. Mereka mulai sadar bahwa Dia adalah seorang penyelamat yang menolak cara dengan menguasai, memiliki nama baik, milik dan kesenangan. Dia telah melewati jalan penderitaan, kematian dan kebangkitan dan ini juga merupakan jalan bagi para pengikutNya. Kebangkitan bagaikan menemukan kunci hilang. Ketika kunci memahami keadaan dan Yesus ditemukan, muncullah kegembiraan dan kekuatan baru.

Saya telah menemukan kegembiraan kebangkitan diantara orang miskin dan teritimewa dalam Renungan Penjara. Kurang lebih dua tahun kami memiliki kelompok meditasi setiap Kamis pagi dan para narapidana mencoba bermeditasi dua kali sehari dalam sel mereka.

Penjara yang saya kunjungi adalah penjara daerah. Penjara daerah umumnya berbeda dengan penjara di kota. Dalam penjara ini sebagian besar narapidana hidup bersama kejahatan dan keluar masuk penjara. Mereka ini berasal dari daerah kumuh dimana kejahatan merupakan suatu cara untuk bertahan dalam hiudp. Pencurian, narkoba, menodong, mucikari dan prostitusi justru merupakan bagian kehidupan dan menghilangkan hidup orang lain dianggap hal biasa. Mereka itu sering merupakan orang-orang yang dijauhi masyarakat sebelum mereka berbuat jahat terhadap masyarakat. Sebagian narapidana di penjara daerah sebaliknya berasal dari pedalaman, pegunungan dan desa nelayan. Sebagian dari mereka adalah petani sederhana dan nelayan yang menikmati kebebasan pegunungan dan laut. Kehidupan keluarga dan seksual mereka berjalan alami dan hukum tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap mereka.

Suatu ketika seorang mencuri ternak atau membawa kabur seorang peremp;uan. Muncullah tanggapan yang tepat dan mungkin ada pertumpahan darah. Hukum yang saat itu tak terba-yangkan, sekarang dimunculkan dan pelaku ditangkap sebagai kriminal. Mungkin abdi hukum seperti tentara, polisi atau sebangsanya perlu menemukan seorang penjahat untuk menunjukkan mereka telah memecahkan masalah kejahatan dan memiliki alasan untuk kenaikan pangkat. Petani pertama yang ditangkap, terutama kalau dia pernah memiliki masalah, ditangkap untuk memenuhi kepentingan ini dan bukan karena ia telah memiliki masalah terhadap masyarakat. Tahanan , tempat tinggal seorang yang ditahan, tidak lagi merupakan tempat terbuka tetapi suatu sel yang padat untuk mengurung 60 orang seperti dia. Dia sekarang berada dalam budaya yang sangat berbeda dengan yang ia tinggalkan. Ia harus berhadapan dengan segala macam rasa takut dan menghadapi suatu sistem hukum yang nampaknya disusun hanya untuk menghukum dia sampai akhirnya dia mampu menghadapi masalahnya,

Semula kami mengawali meditasi seusai Misa Senin pagi. Tetapi karena hal ini nampaknya membuat terikat mereka yang sudah ditahan, kami beralih pada Kamis pagi di klinik. Awalnya kurang lebih enam orang muncul, tetapi sekarang lebih dari 20 peserta umumnya menghadiri meditasi.

Kelompok ini merupakan suatu sumber inspirasi yang besar dan peneguhan -bahkan kebangkitan- bagiku dan anggota lain kelompok meditasi yang menyertaiku ke penjara. Hal ini membuka mata kami dan menunjukkan bagaimana semua orang memiliki bakat dan karunia dan telah meruntuhkan tembok antara "mereka dan kami". Para tahanan dengan cepat menyadari bahwa Roh Kudus bersemayam dalam hati kita dan kita adalah bait Roh Kudus ini. Dalam hal ini mereka mengalami pembebasan besar. Seperti yang disharingkan seorang dari mereka baru-baru ini: "Hal yang agung mengenai meditasi ini ialah berwal dengan sesuatu yang baik dalam dirimu, pada pusat dirimu. Sebelumnya apapun mengenai agama berasal dari luar. Datang dari suatu negeri asing. Allah diatas sana di sorga, Gereja ada diluar kita. Dalam meditasi kita mempelajari bahwa Allah berada di pusat kita dan ini memberi kebebasan besar bahkan juga kepada kami disini."

Gregorius ditahan sebagai nomor satu pemimpin suatu organisasi pemberontak di daerah. Cukup lama ia memandang secara sinis pertemuan meditasi kami. Belum lama ia mendatangi kelompok dan pada akhir pertemuan memberi sharing. "Kalian bisa heran saya berada disini. Saya mempelajari Katekismus dan Kitab Suci sewaktu kecil. Tetapi ketika saya berjuang untuk mencari keadilan, saya belajar bahwa kekuatan harus ditanggapi dengan kekuatan dan kejahatan dibalas dengan kejahatan.

Pekan lalu teman saya Berni telah dilepas. Sejak ia keluar, saya merenungkan perubahan yang terjadi dalam kepribadiannya selama enam bulan lewat. Sebagai pribadi ia menjadi semakin be-bas dan penuh kegembiraan. Satu-satunya penjelasan yang saya temukan adalah karena ia telah mengikuti meditasi. Dan itulah sebabnya saya ada disini."

Guru meditasi, Imam Benediktin, John Main, mengatakan bahwa setiap kali kita bermeditasi kita memasuki wafat dan kebangkitan Kristus. Dengan mengucapkan mantra kita melepaskan apa saja. Kita mati dan itu menghadirkan hidup baru dalam diri kita; ini menghadirkan kebangkitan. Belum lama para narapidana mengungkapan gagasan sama tetapi lebih konkrit. Saya diminta memberi uraian tentang meditasi kepada Rotary Club. Saya bertanya kepada para narapidana apa yang harus saya katakan. Seorang mengatakan: "Bila berjalan cepat dan lama, mesin menjadi terlalu panas; meditasi membuat mesin dingin." Yang lain berkata: "Katakan kepada mereka tentang badai di laut ketika para murid takut dan membangunkan Yesus. Meditasi membangunkan Yesus di kehidupan kita." Suatu gambaran indah tentang Kebangkitan.




Bahan Pengajaran Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: