Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Bahan Pengajaran:

Renungan Minggu Advent 1
SUATU JALAN MENUJU KEHIDUPAN
Menghayati Pesan Hari Minggu

Tulisan ini merupakan terjemahan  SUNDAYS INTO SILENCE, A Pathway to Life,Reflections on Sunday Gospels (Year A, B. & C) in the light of Christian Mediation. Pengarang adalah Fr.Gerry Pierse C.Ss.R

Dalam memahami refleksi Injil Hari Minggu dalam terang Meditasi Kristiani perlu secara singkat dikemukakan hal berikut:

Hari Minggu Advent I, Tahun A, Mat 24: 37-44 

Menanti dengan penuh suka cita


Belum lama saya mengunjungi suatu pasutri yang perkawinannya saya berkati pada awal tahun. Ketika sambil saling memegangi tangan dan memegang perut yang buncit  mereka berbicara tentang harapan dan kegembiraan karena mengandung. Sesuatu yang baru akan mulai hidup, y.i. buah kasih mereka bersama. Mereka juga mengerti sesuatu tetapi perasaan menyeluruh adalah suatu kegembiraan besar dan harapan. 

Menanti dengan penuh suka cita merupakan juga perasaan menyeluruh masa Advent, awal Tahun Baru Gerejani yang mulai hari ini. Bacaan-bacaan Misa hari ini menunjuk ke beberapa perbedaan kedatangan Yesus. Ada kedatangan akhir Kristus yang menghakimi, kedatangan dalam Perayaan Ekaristi dan ada keda-tangan dalam liturgi malam Natal, sekarang kurang sebulan lagi. Kita didesak untuk  waspada dan sadar, siap menghadapi pelbagai cara kedatanganNya. 

Meditasi adalah suatu cara tentang merasa siap terhadap Tuhan. Meditasi adalah suatu bentuk doa. Dalam doa ini kita tidak menggunakan kata-kata atau menggambarkan sesuatu. Kita justru berada dalam kehadiran Allah dan mengulang-ulang suatu kata doa, disebut MANTRA. Meditasi Kristiani digambarkan sebagai berikut oleh Rahib Benediktin John Main (1926 – 1982)."Anda duduk tenang dan tegak. Tutup mata pelan-pelan. Duduk rileks tetapi tanggap. Diam, dalam hati katakan satu kata saja. Kami anjurkan kalimat-doa 'MARANATHA'. Ucapkan kata itu seperti empat suku kata yang sama panjangnya. Dengarkan saat Anda mengucapkannya secara halus tetapi berkali-kali. Jangan pikirkan atau gambarkan sesuatu, -rohani atau yang lain. Bila pikiran dan gambaran datang, jangan dibiarkan selama meditasi,dengan mengulangi lagi dengan hanya mengucapkan kata itu. Lakukan meditasi setiap pagi dan petang selama antara duapuluh dan tigapuluh menit.   

Bila kita bergerak menuju tahun 3000, terdapat meningkatnya suatu kepedulian terhadap makna kehidupan dan kerinduan yang meningkat terhadap bentuk-bentuk doa yang akan membawa kita ke pengenalan  diri yang lebih mendalam dan kebebasan. Juga terdapat suatu kesadaran yang meningkat akan adanya suatu kelahiran baru dalam Doa Kristiani dan bahwa ini akan datang dari dialog dengan Agama-agama di Asia. 

Sesuatu yang mirip dapat terjadi sekarang. Dengan diakuinya oleh Konsili Vatikan II bahwa Allah berbicara kepada kita dalam semua budaya, terdapat keterbukaan lebih besar untuk belajar dari agama-agama lama dari Asia. Bahasa agama-agama ini adalah Keheningan dan ini mungkin menjadi bahasa religius pokok di masa depan. Saat sekarang Komunitas Basis Gerejani (KBG) merupakan cara resmi untuk meng-Gereja di Filipina.

Catatan: di Indonesia KBG  juga sangat dianjurkan untuk diwujudkan atau dihidupkan di paroki-paroki. 

Hal ini merupakan suatu perkembangan besar untuk menarik Allah dari awan-awan dan me-mungkinkan umat mengalami karya-karya Allah di tengah umat-Nya. Perkembangan kelompok meditasi merupakan tanda suatu perkembangan lanjut menuju ke pengakuan dan keberadaan dengan Allah yang berada di hati kita. 

Dalam renungan ini kita ingin mencoba mendengarkan Roh dalam "Tanda- tanda Jaman", peristiwa di sekitar kita. Kita ingin mencoba pekan demi pekan memberi pendidikan yang berkelanjutan mengenai meditasi, tetapi tidak melulu seperti diajarkan oleh John Main  OSB.Kami ingin mencoba setiap minggu mengadakan hubungan dengan Injil hari itu. Roh yang kita baca dalam Kitab Suci, adalah juga Roh yang berada bersama kita dalam meditasi dan Roh itu saling memperkaya. 

Kami berharap bahwa renungan-renungan ini akan mendorong umat mulai membentuk kelompok meditasi, dengan keyakinan kami akan bersama mereka setiap pekan untuk menyemangati dan menerangi mereka dalam per-jalanan. 

John Main, tentang dia kami akan berkisah lebih dalam beberapa pekan yang akan datang, biasa berkata: "yang penting adalah mulai, kemudian berlanjut dan berlanjut." Kita akan lakukan ini dengan harapan penuh kegembiraan.   

diterjemahkan oleh
Pater Julius Haryanto C.M.
Pater Moderator Komunitas Surabaya




Reflections on the Sunday Gospel Year A
A Pathway to life in the Light of Christian Meditation

FIRST SUNDAY OF ADVENT YEAR

Waiting Joyfully


Recently, I visited a couple whose wedding I had officiated earlier in the year. As they held hands and stroked her distended tummy they spoke of the expectancy and joy of pregnancy. Something new was coming to life, the fruit of their love together. They had some apprehensions too but the overall feeling was one of the great joy and expectancy.

Joyful expectancy is also the overall feeling of the season of Advent, the start of the new Church Year, which begins today. The readings for today's Mass point to different comings of Jesus. There is the final coming of Christ in Judgment, the coming in the Eucharistic Celebration, and there is the liturgical coming on Christmas night, now less than a month away. We are urged to be alert and awake, to be ready for the different ways of his coming.

Meditation is a way of being alert and ready for the Lord. It is a form of prayer in which we do not use words or images. We just BE in God's presence and repeat a prayer word, called a MANTRA. Christian Meditation is described as follows by the Benedictine Monk John Main (1926-1982); " You just sit still and upright. Close your eyes lightly. Sit relaxed but alert. Silently, interiorly begin to say a single word. We recommend the prayer-phrase 'MARANATHA'. Recite it as four syllables of equal length. Listen to it as you say it gently but continuously. Do not thing or imagine anything – spiritual or otherwise. If thoughts and images come, these are not to be entertained at the time of meditation, so keep returning to simply saying the word. Meditate each morning and evening for between twenty and thirty minutes."

As we move towards the year 2000 there is a growing concern about the meaning of life and a growing hunger for forms of prayer that will bring us to greater depths of self knowledge and freedom. There is also a growing awareness that there will be a new birth in Christian Prayer and that this will come from dialogue with the Religions of Asia. After the death of Christ when things looked very bad for the little group of defeated Christians that he left behind, the Gospel was preach to the greek world and this led to a great revitalization of expression and practice. Something similar may be happening now.

With the recognition, by the Second Vatican Council, that God speaks to us in all traditions, there is a greater openness to learning from the ancient religions of Asia. The language of these religions is Silence and this may well be the central religious language of the future. At present the Basic Ecclesial Communities (BEC) is the official way of being Church in the Philipines. This is a big development in pulling God out of the sky and enabling people to experience the workings of God in the midst of his people. The growth of meditation groups is a sign of a further development towards recognizing and being with the God who dwells in our hearts.

In these reflections we will try week by week to give a progressive education on meditation, especially but not exclusively, as taught by John Main OSB. We will try each Sunday to link up with the Gospel of the day. The Spirit that we read of in the Scriptures is also the Spirit that we BE WITH in meditation and they always enrich one another.

We hope that these reflections will encourage people to start meditation groups, assured that we will be with them each week to encourage and enlighten them on the journey. As John Main, about whom we will tell you more in the next week, used to say, "The important thing is to start, and then to keep on keeping on," We will do this with joyful expectancy.

Fr Gerry Pierse C. Ss.R


Bahan Pengajaran Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: