Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Bahan Pengajaran:

Kita diajarkan berdoa Bapa Kami

(18 Mei 2008)

Kita merayakan hari raya Allah Tritunggal Mahakudus. Kita hanya mengenal misteri ini karena Yesus. Maka tak ada gunanya kita sendiri mulai berpikir merenungkan rahasia iman kita ini. Seperti dibuat para ahli teologi. Rahasia tetap rahasia. Oleh karena itu kita harus pergi kepada Yesus. Ia tidak mengajar suatu teori atau ilmu tentang misteri ini. Ia mengajar dan mendidik kita untuk menghayati martabat kita sebagai anak-anak Allah. Singkatnya : Allah boleh kita sebut Bapa karena kita ini diangkat menjadi anakNya, berkat iman kepercayaan akan Yesus, Putera Allah yang menjelma menjadi manusia. Kita menjadi serupa dengan Yesus, Putera Tunggal, berkat Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam hati kita. Kita menjadi se-Roh dengan Yesus yang menyebut Allah sebagai BapaNya. Sebaiknya kita merenungkan misteri ini dalam hidup dan pewartaan Yesus.

Yesus menyebut Allah sebagai Bapa-Nya. Kita ingat akan beberapa peristiwa. Ketika diketemukan kembali di Bait Allah, Yesus menjawab kepada Maria dan Yusuf bahwa Ia harus berada di rumah'Bapa-Nya ialah kenisah tempat Allah disembah orang Yahudi. Dalam doanya Ia selalu menyebut Allah dengan sapaan 'Bapa' : beberapa contoh saja : ketika membangkitkan Lazarus, ketika menjelang akhir hidupnya Ia berdoa bagi murid-murid-Nya dan di taman Getsemani. Sesudah kebangkitan-Nya Ia berkata kepada Maria Magdalena :'Aku pergi kepada BapaKu dan Bapamu'. Kita diajar berdoa 'BapaKami'.

Dalam perbuatanNya Ia memperlihatkan hubunganNya dengan Bapa. Ia mengampuni dosa orang lumpuh. Itu dianggap hojat. Tetapi sbg bukti bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa seperti Allah, Ia menyembuhkan orang lumpuh itu. Orang-orang mengerti bahwa Ia sering menyamakan diri dengan BapaNya. Berapa kali mereka mau mengangkat batu untuk merajam dan membunuh Dia ? Dengan perkataan pun Ia menyatakan bahwa apa yang dikerjakan Bapa, itu Ia kerjakan pula. bahwa :< Bapa dan Aku satu >.

Dari semuanya ini kita berani percaya bahwa Yesus Putera Allah. Itu diwartakan dalam kutipan Injil hari ini. Yesus diutus Bapa untuk keselamatan kita. Yesus adalah citra, cermin dan bukti kasih Bapa. Ia diberikan kepada kita, manusia. Kepada murid-muridNya Ia berkata:< Barangsiapa melihat Aku, ia melihat Bapa. >.

Menurut Santo Paulus kita hanya dapat mengatakan < Yesus itu Tuhan >, berkat Roh Kudus. Yesus memperolehkan Roh itu bagi kita dengan wafat dan kebangkitanNya. < Roh belum datang, karena Yesus belum dimuliakan >, artinya belum melalui misteri PaskahNya. Tetapi pada malam Paskah Ia menghembusi para murid dan memberikan RohNya. Mereka ambil bagian dalam Roh Yesus : mampu memberikan pengampunan, siap diutus melanjutkan karya Yesus, mencerminkan kasih Bapa kepada segala bangsa. Itu menjadi nyata pd hari Pentakosta, yang kita rayakan minggu lalu.

Roh itu tak kelihatan. Itu tak mengherankan. Roh kita sendiri pun tidak kelihatan. Namun berkat Roh ini kita diangkat menjadi anak Allah yang mampu berseru bersama dan bersatu dengan Yesus : >Abba Bapa >. Berkat Roh kita menjadi anak Allah serupa dengan Yesus, Anak sulung. Berkat Roh kita diutus, mampu memperkalkan Bapa seperti yesus buat dalam hidupnya. Kita menjadi se-Roh dengan Yesus. Kita masuk ke dalam rahasia Tritunggal. Melalui Yesus kita dipenuhi Roh yang mengikat kita dengan Bapa seperti Yesus. Kita hidup dalam misteri Tritunggal Mahakudus ini, bila kita imani bahwa berkat Roh Kudus kita bersatu dengan Yesus dalam pangkuan BapaNya. Semoga misteri ini memberikan kedalaman kepada hidup kristiani kita. Amin




Bahan Pengajaran Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: