Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Oblat WCCM:

Berkat Allah bagi saudara sekalian pada Pesta Orang Kudus

Besok, 9 Maret 2012 adalah Pesta Orang Kudus, Santa Fransiska dari Roma, Pelindung Para Oblat dan Pendiri sekelompok kecil para wanita yang melakukan kaul secara sederhana sebagai Oblat Benediktin pada tahun 1425 dengan dukungan dua pertapa dari biarawan Olivetan di Santa Maria Nuova, Roma.

Sebagai wanita awam, yang berkeluarga dan mempunyai tanggung jawab lainnya, cerita mengenai dirinya sebagai Oblat bergema sampai hari ini dan merupakan contoh bagaimana St. Fransiska belajar untuk menyatukan kehidupan keluarga & kemasyarakatan dengan kehidupan rohaninya. Tubuhnya dimakamkan di basilika Santa Maria Nuova. Pada tahun 2008, kami para Oblat Pertama mengadakan ziarah retret dan mengunjungi basilika pada hari Minggu 6 April, Pastor Laurence merayakan Ekaristi disana. Pada kesempatan itu, Pauline melakukan kaul sebagai Oblat penuh. Sebuah kenangan indah bagi kami.

Minggu ini Pastor Laurence menulis tentang Oblat lain, Rosie Lovat, seorang Oblat pertama dari komunitas kami, yang diterima langsung oleh Pastor John Main. Rosie adalah teman baik Pastor Laurence dan komunitas kami selama bertahun-tahun dan pada tanggal 3 Maret dalam usia 93 tahun beliau meninggal dengan tenang di rumah. Renungan Prapaskah untuk hari Senin oleh Pastor Laurence adalah kisah menyentuh perjalanan hidup rohani Rosie Lovat.

Anda mungkin telah membaca ini sebelumnya, tetapi Pastor John mengatakan, 'selalu ada lebih banyak untuk dilihat'. Dalam terang ini saya telah menyalin renungan untuk hari Senin - Pra-Paskah Minggu ke 2, di bawah ini.

Berkat Pra-Paskah menyertai anda semua.

Salam dalam kasih dan damai.

Trish



Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (Lukas 6:36-38)

Gambaran dari perikop diatas sangat dicintai oleh Pastor John Main. Dengan membacanya timbul kegembiraan yang besar tentang kehidupan kontemplatif, termasuk pula penderitaan dan kehilangan yang dialami.

Seseorang yang mendapat kebijaksanaan ini dan menjalankan dalam kehidupannya secara mendalam adalah Rosie Lovat, seorang Oblate pertama dari komunitas kami,ia meninggal dengan damai pada Sabtu malam dalam usia 93 tahun di rumahnya di London. Dia dekat dengan Pastor John Main dan sering datang mengunjungi komunitas kami yang masih sangat baru dan belum banyak pengalaman di Montreal. Setiba dari bandara beliau akan mengambil alih dapur dan memberi makan kami yang sedang lapar. Tidak hanya dalam bentuk material atau fisik saja tetapi juga dalam bentuk semangat, dimana beliau berbagi mengenai kehidupan. Beliau membaktikan dirinya, mendapat dan memancarkan karunia yang didapat nya. Beliau sebagai wanita kuat, cerdas, berwibawa namun dengan gembira dan kelembutan hati menerima penderitaan hidupnya yang semakin memperdalam imannya. Dia menjalani kehidupan dan meresapi ajaran yang sama dengan kita, namun tanpa disadarinya, semua itu menjadi suatu mukjijat tersendiri baginya.

Beberapa tahun yang lalu, beliau memberi saya buku hariannya. Kemarin saya membaca ini: "Pastor John Main berkata : Misa, saya tidak pernah mengerti dengan keajaiban memanggang roti sebelumnya , Saya mengucapkan kata mantra saya, mengikuti irama panggangan - menempatkan segenap hatiku ke dalamnya - , dan dalam Misa, pada saat Ekaristi, roti berubah menjadi Tubuh Kristus. Apakah ada kebahagiaan yang lebih besar dari itu? "

Pada akhirnya, itu bukan tentang percakapan atau tulisan yang mengajarkan kita,tetapi tentang pandangan hidup dan jalan yang diberikan maupun yang diterima sepenuh hati. Terlalu lama berkonsentrasi pada hal lain selain kebahagiaan diatas akan menyesatkan kita di gurun kehidupan.

Laurence Freeman OSB


Sharing Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: