Yesus mengusir setan yang membisukan . Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata lagi. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
Selalu saja ada orang yang suka merusak kesenangan orang lain atau berpikir, olok-olok adalah haknya sebagai tanggapan dari hal yang menggembirakan. Ini banyak terjadi dalam media kita. Di sebuah tempat didalam ego kita tersembunyi suatu mekanisme pemicu yang sederhana, yang berusaha untuk menekan, menarik mundur dan mengendalikannya.kapan saja kita merasakan semangat kita mulai berkobar. Ada yang harus mengawasinya, baik didalam diri kita sendiri atau dalam kelompok, karena kritik yang menyatakan kebenaran dalam kasih tidak pernah gagal untuk menunjukkan mana yang positif. Sebaliknya kecaman yang palsu tujuannya hanya untuk membatasi dan meniadakan. Begitu dimulai, lalu mulailah kecaman ini menular. Tiba-tiba setiap orang hanya terpusat pada yang negatif dan curiga ataupun menolak yang kreatif.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengusir setan yang membuat seseorang menjadi bisu dan memulihkan kemampuannya berbicara. Di padang gurun, dalam meditasi, kita dibukakan pada kuasa keheningan sejati. Ketika keheningan bertemu dengan setan bisu yang mencegah kita untuk mengatakan kebenaran agar kita hanya mengatakan yang negatif saja, maka setan itu lalu dimusnahkan. Ketakutan dilarutkan dan kesombongan direndahkan. Selanjutnya ketika kita berbicara, yang keluar hanyalah kata-kata yang membangun untuk memulihkan hati yang hancur atau kecewa. Perkataan-perkataan seperti itu tidak akan berhenti terbenam dalam keheningan yang menyelimutinya.