Home
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Renungan Bacaan Injil:

Rabu Minggu ke-1 Prapaskah (2013)



Anak-anak butuh adanya kebiasaan. Kita semua selalu memperbaharuinya seturut keadaan yang berubah Kebiasaan adalah sumber rasa aman dan rasa percaya diri dalam hidup. Tetapi kita semua ingin menghindar dan bebas dari itu - suatu yang kita pikir dapat kita kendalikan dan kita sebut sebagai liburan.

Kita akan bagaimana jadinya tanpa kebiasaan? Pada tingkat kejiwaan, kebiasaan memberi ketenangan batin (meskipun seringkali kita merasa terjebak). Secara kejiwaan kita mengulang kebiasaan dan pola pikiran yang membosankan itu. Kita sebenarnya jarang memikirkan karena kita hanya mengulang kebiasaan lama menanggapi perasaan yang menyamar sebagai pemikiran.

Kita menyatakan diri dan gaya hidup kita sesuai dengan kebiasaan kita, baik itu kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk, yang terbentuk setiap harinya. Kebiasaan manapun itu akan memberikan rasa aman palsu karena kebiasaan itu seperti mesin saja dan membuat kita jadi tak mampu untuk memasuki sumber daya cipta dan spontanitas yang lebih dalam. Kita kagum dan iri pada orang yang berani melakukan sesuatu diluar kebiasaan mereka. Bahkan kebiasaan baik sekalipun perlu kita sadari. Kita lupa bahwa kita juga mampu seperti orang lain untuk hidup pada saat kini sehingga dapat mengubah kebiasaan yang seperti mesin ini menjadi tatacara yang hidup.

Kebiasaan itu diatur, secara lebih tersusun alami bukannya berpola seperti mesin yang tidak manusiawi, yang hanya sampai tingkat kita hidup kontemplatif - di sini dan saat ini. Bagi John Main, hal ini sama dengan lompatan iman terus menerus, "resiko bagi semua yang dikasihi". Lepaskanlah, sebelum kita yakin apa yang akan terjadi.

Anehnya, meskipun ini adalah kebiasaan yang baik dari meditasi, pagi dan petang, yang memperkuat kemampuan untuk hidup menyeluruh (namun sempurna - tidak ekstrim). Dalam meditasi, kita langsung minum dari sumur keberadaan kita yang sejati dalam saat kini yang abadi.


Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: