Home
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












Renungan Bacaan Injil:

Pengajaran 4: MENGAPA KITA MULAI BERMEDITASI?

Dorongan untuk mulai bermeditasi seringkali terjadi ketika kita menghadapi suatu peristiwa yang luar biasa, yang mengguncangkan kita Bisa terjadi saat mengalami krisis atau peristiwa besar dalam hidup , ketika kehidupan nyata kita yang tampaknya aman , kemudian terjungkir balik dan membingungkan kita: misalnya ditolak oleh seseorang atau suatu kelompok. Saat kita mengalami kegagalan, kehilangan harga diri; kehilangan pekerjaan yang berharga atau kita tiba-tiba jatuh sakit. Akibatnya kita bisa menolak untuk menerima perubahan, dan terjerumus kedalam hal yang negatif. Timbul rasa tidak percaya dan putus asa, atau kita bisa menghadapi kenyataan bahwa kita tidak setangguh yang kita kira. Kita bisa bangkit menghadapi tantangan untuk melihat diri kita sendiri, pola kebiasaan kita, pendapat-pendapat dan nilai-nilai kita dengan kaca mata yang berbeda.

Terkadang bisa terjadi suatu saat yang begitu indah membuat kita sadar bahwa ada yang lebih daripada yang tampak oleh mata. Bede Griffiths, guru dan orang bijak Benediktin, menjelaskan bahwa kesadaran akan Kebenaran sejati tidak muncul dari krisis, melainkan dari kontemplasi yang Alamiah. Dia menjelaskan dalam "The Golden String" bagaimana cara dia dipenuhi oleh rasa kagum yang mendalam pada saat mendengar kicauan seekor burung kecil,. ketika dia melihat pemandangan indah dari matahari terbenam, yang menyinari rerumpun hawthorn yang dipenuhi bunga yang sedang berkembang. Dia merasa 'disadarkan oleh keindahan dunia dan misteri lainnya' dan dia merasa ada banyak kejadian lain seperti itu, selain 'kehadiran suatu misteri yang tak terduga.'

Tidak selalu kejadian itu menegangkan; tanggapan kesadaran kita sangat berbeda dari satu orang ke orang yang lain, dan dari satu saat ke saat lain. Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami saat 'transenden', suatu kesadaran akan adanya kebenaran yang berbeda, suatu perjuangan meninggalkan ego yang berpusat dan melekat pada diri sendiri. Kebenaran tersebut mungkin juga muncul pada saat sedang mendengarkan musik, puisi atau terserap dalam mengerjakan karya seni. Yang lain mungkin secara tidak sengaja menyadari bahwa ia mengalami saat pencerahan yang sebenarnya. Sekalipun demikian pada tingkat tertentu ia mungkin selalu sadar akan adanya kebenaran yang lebih tinggi, dan tanpa sadar, perlahan-lahan menjadi lebih selaras dengan kebenaran tersebut. Pada awal mula kita bermeditasi, kita mengalami sentuhan damai dan bahkan suka cita luar biasa. Saat-saat seperti itu, saat kita dibebaskan dari kesibukan diri, merupakan karunia Ilahi.

Bagaimanapun juga, kilasan ini bukanlah suatu akhir, melainkan suatu permulaan: suatu dorongan untuk bertumbuh. Kerinduan untuk mengenal lebih lanjut suara hati tentang kebenaran ini menjadi semakin kuat dan kita mencari orang-orang yang dapat membantu kita dalam pendekatan ini. Pada saat ini, kita sering menemukan meditasi dalam berbagai bentuk. Inilah saatnya dimulai pekerjaan menjelaskan dan menggabungkan pengalaman, sehingga memungkinkan peningkatan kesadaran rohani, kemurnian pribadi dan Kebenaran antar pribadi.

Bukti adanya pengertian yang mendalam, tampak sekilas seolah-olah adanya kebenaran yang lain, yang seringkali merupakan awal perjalanan kita untuk masuk kedalam doa yang lebih dalam Ini berarti bahwa kita tidak dapat membawa siapapun dalam meditasi, yaitu mereka yang belum merasakan kerinduan akan kebutuhan 'yang lebih' bagi diri mereka. Ketika kita terpanggil untuk mulai membentuk kelompok, yang dapat kita lakukan adalah mengumumkan di lingkungan dan gereja kita, dan mengundang orang-orang, Apakah mereka akan menerima meditasi sebagai sebuah disiplin doa bukanlah wewenang kita melainkan adalah karunia Ilahi. Kita tidak dapat 'mengubah' orang lain untuk mau bermeditasi, kita dapat mempersilahkan dan mendorong mereka untuk mencobanya, tetapi mereka bebas memilih mau menerima atau tidak tawaran ini.

NB. Buku Laurence Freeman 'A Pearl of Great Price'(Mutiara yang sangat Berharga-OBOR) sungguh sangat membantu untuk mengawali pembentukan sebuah kelompok meditasi.

Kim Nataraja


Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: