Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON
(JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN)

Edited by Paul Harris
Continuum – 1997

Daily Reading with John Main
(Bacaan Harian Bersama John Main)

Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku.
20 Mei

Bacaan ini diambil dari Injil Matius:

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya , ia akan kehilangan nyawanya dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya"
(Mat 10:38-39)

Dan selanjutnya pada injil yang sama:

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia teapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
(Mat 16:24-26)

Saya pikir kita semua telah membaca Injil. Kita semua telah berusaha untuk membuka hati kita pada panggilan Yesus dan kita dapat merasakan kebenaran dari kata-kata ini: paradoks yang disampaikan Yesus pada kita, untuk menyelamatkan nyawa kita harus kehilangan nyawa. Paradoks, yang kita kenal pada tingkat yang lebih dalam dari diri kita, adalah benar dan tantangan yang kita hadapi ialah "Bagaimana kita kehilangan nyawa kita, menyerahkan hidup kita, sehingga kita dapat mengikuti Yesus?". Tidak pada kehidupan yang tampak dari luar tetapi pada kehidupan di pusat diri kita, tidak yang dipermukaan tetapi di kedalaman diri kita. Yesus sendiri telah menjadi teladan bagi kita. Seperti yang kita ketahui dari Injil, Dia sering menarik diri dari murid-murid-Nya untuk berada sendiri dengan Bapa-Nya; meninggalkan yang di permukaan dan pada pusat diri kita menjadi satu dengan Yesus, besatu dengan Dia di dalam Bapa.

Fully Alive



Bacaan Harian Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: