Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON
(JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN)

Edited by Paul Harris
Continuum – 1997

Daily Reading with John Main
(Bacaan Harian Bersama John Main)

Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku.
27 April

Bermeditasi berarti menjadi sungguh-sungguh sederhana. Tidak ada sesuatu apapun yang membuat meditasi menjadi ruwet. Meditasi merupakan kesatuan antara tubuh dan roh dan ketika kita duduk untuk bermeditasi, kita duduk sebagai pribadi yang utuh. Kita tidak duduk untuk melakukan suatu kegiatan rohani agar sepuluh menit kemudian kita dapat melakukan pekerjaan kita dengan lebih produktif. Kita duduk sebagai pribadi yang utuh - tubuh dan roh - dan tujuan meditasi ialah, dengan masuk ke dalam kesatuan dari diri kita sendiri, kita berhenti hidup pada tingkat kedua, ketiga, keempat dst. Kita hidup dari kenyataan kita yang sebenarnya. Dengan cara ini kaum religius dapat melihat meditasi sebagai proses menjadi kudus oleh Roh Kudus yang menganugerahkan kesatuan, yaitu kesatuan Tritunggal Maha Kudus. Kita dipanggil untuk menjadi kudus sama seperti Allah adalah kudus. Ini berarti menjadi satu sama seperti Allah adalah satu.

Dalam ajaran Kristiani kita semua dalam perziarahan untuk menemukan bahwa keagungan dari penciptaan kita adalah kita diciptakan oleh Allah untuk menuju keabadian, agar roh kita berkembang menuju keabadian. Apa yang kita pelajari ketika kita bermeditasi ialah sekilas tilikan ke dalam nilai-nilai diri kita sendiri.

Jika Allah telah mengirim Putra-Nya, Yesus untuk menyatakan kebesaran-Nya dan kemampuan kita, inilah dasar untuk melihat nilai kita yang terbatas. Melihatnya adalah melalui kaca mata iman dan kita belajar mediasi yang menjadi dsar iman kita adalah Roh Yesus yang bersemayam dalam hati kita. Sekarang kita tahu bahwa pernyataan ini sebagai teori teologis, tetapi jika kita ingin hidup secara penuh dalam iman Kristiani, yang satu dan sama, maka kita harus mengungkapkan kebenaran-kebenaran ini sebagai suatu kenyataan dalam hati kita. Dan itu lah meditasiL mengungkapkan kebenaran yang merupakah kenyataan hidup kita.

The Way of Unknowing



Bacaan Harian Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: