|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 25 April Meditasi berkaitan dengan dua hal penting yaitu: kehadiran Allah, dan menaruh perhatian pada kehadiran itu. Dua hal ini sama kuno atau modern sama dengan kesadaran manusia itu sendiri. Kehidupan manusia tidak dapat dikatakan kehidupan yang penuh tanpa kita harus belajar dan menaruh perhatian pada hidup itu sendiri. Mengabaikan atau menunda kehidupan yang penuh adalah suatu kebodohan dari dosa. Kearifan itu sendiri berbeda: "Jika engkau mau, hai anakku, niscaya engkau akan diajar, dan kalau menaruh perhatian, maka engkau menjadi arif. Jika engkau rela mendengarkan, maka engkau akan belajar, dan kalau kau condongkan telinga pasti menjadi bijakasana" (Sir 6: 32-33) Tujuan meditasi adalah kita mendengarkan dan kita menaruh perhatian. Kita menaruh perhatian pada kehadiran Allah, yang menyebut Diri-Nya dalam kitab Keluaran sebagai "Aku adalah Aku" (Kel 3:14). Nabi Yesaya, yang memberi kita nama Mesias, memanggil-Nya Imanuel, Tuhan beserta kita. Berulang kali diungkapkan dalam kisah di Kitab Suci bagaimana Allah menyatakan Diri-Nya kepada mereka yang berjalan dengan-Nya, kepada mereka yang hidup "penuh iman akan penyertaan-Nya". Sekali lagi inilah apa yang mau dikatakan dalam meditasi kita: tinggal dihadirat Allah yang bersama kita. Kita menjalani perziarahan kita dibawah penyertaan-Nya. Meditasi adalah perziarahan dimana kita masuk ke dalam hati kita sendiri, disana kita menemukan Yesus. Menemukan Roh-Nya adalah langkah pertama perziarahan kita. Kemudian kita meneruskan perziarahan dengan Yesus kepada Bapa. The Way of Unknowing Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||