|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 19 Januari Kesan pertama dari banyak orang tentang meditasi ialah meditasi akan membuat mereka melakukan latihan dengan pengulangan yang membosankan. Pada musim panas ini saya memberikan retret untuk sebuah biara di Irlandia dan salah satu biarawati disana, setelah mendengar ceramah tentang meditasi dengan mantra, datang menemui saya dan berkata. "Pastor, saya tidak akan dapat melakukan meditasi itu. Tidak mungkin saya dapat melakukannya. Meditasi ini sama sekali tidak menarik." Pengertiannya tentang mantra bahwa mantra tidak penting karena mengulang-ulanginya adalah sesuatu membosankan. Saya harap ia mulai bermeditasi walau ada banyak kekuatiran, karena dengan sedikit pengalaman untuk belajar mengucapkan mantra (dan ini adalah seni bermeditasi) akan mengubah pikirannya. Untuk memahami seni bermeditasi berarti menjadikan mantra hidup dalam hati anda. Ini sesuatu yang sulit bagi kita karena kita selalu mau mengontrol diri kita. Sangat sulit bagi banyak orang masa kini untuk belajar menjadikan mantra hidup dalam hati mereka, membiarkan mantra bergema, membiarkan mantra bernyanyi dengan bebas dalam hati kita. Selama setengah jam pada pagi hari dan malam hari kita menaruh perhatian tidak pada diri kita sendiri. Melalui karya Roh Kudus, roh kita menjadi terbuka, hati kita terbuka, kita menjadi lebih murah hati. Perubahan dalam diri kita terjadi karena , dalam meditasi, kita bertemu dan merangkul kekuatan yang membuat semuanya mungkin berubah. Mungkin semua dari kita ingin agar kita menjadi lebih baik, lebih memahami, lebih tidak mementingkan diri sendiri, lebih simpatik, lebih mencintai dan seterusnya. Tetapi, pada saat yang sama, kita sadar bahwa kita adalah manusia yang lemah, mudah jatuh dalam dosa dan tidak dapat hidup selamanya. Kesadaran inilah yang seringkali mendorong kita untuk melindungi kerapuhan kita. Dalam bermeditasi, kita menemukan sumber-kekuatan yang memampukan kita untuk hidup tanpa perlu cemas dengan melindungi diri kita; dan sumber-kekuatan ini ada persis di pusat diri kita, in dalam hati kita. 'Tuhan ada di pusat jiwaku.' Meditasi sangat praktis karena meditasi mengajak kita semua untuk mengetahuinya 'dari pengalaman kita sendiri' pernyataan bahwa 'Tuhan ada di pusat jiwaku' The Heart of Creation Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||