Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON
(JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN)

Edited by Paul Harris
Continuum – 1997

Daily Reading with John Main
(Bacaan Harian Bersama John Main)

Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku.
14 Januari

Mengapa anda sebaiknya bermeditasi? Mengapa seseorang sebaiknya bermeditasi? Tradisi menyampaikan kepada kita bahwa setiap orang memerlukan meditasi bila kita ingin hidup secara utuh, bila kita ingin roh kita berkembang secara penuh, dan apa yang kita perlukan adalah "hati yang murni" - persepsi yang jelas untuk melihat kenyataan sebagaimana adanya, untuk melihat diri kita sebagaimana adanya, melihat Tuhan sebagai Tuhan yakni Cinta yang absolut. Untuk dapat melihat semuanya ini kita memerlukan hati yang murni yang berarti bahwa kita dapat melihat kemuka dengan jelas tanpa adanya refraksi dari penglihatan kita karena dibelokkan oleh prisma ego kita.

Kierkegaard menerangkan bahwa hati yang murni sebagai kemampuan untuk melihat satu hal. Satu hal yang anda harus inginkan ketika anda bermeditasi, yakni mengucapkan mantra anda, untuk mengucapkan kata-doa anda, mengabaikan keruwetan refleksi-diri, kesadaran akan keruwetan refleksi-diri, untuk hening dan diam. Itulah sebabnya mengapa sikap tubuh yang diam begitu penting dan dikatakan sebagai sakramen, tanda lahiriah dari keheningan batin. Mempunyai hati yang murni berarti menjadi sederhana.

Semua yang kita butuhkan adalah kita memerlukan hati yang murni bila kita ingin mempunyai kerendahan hati untuk dapat melihat sendiri dan melihat dengan penglihatan yang begitu jelas. Baiklah saya mengingatkan anda lagi, setiap dari kita, setiap saat waktu kita duduk bermeditasi bahwa kita semua adalah pemula. Setiap kali kita bermeditasi, kita bermeditasi seperti bermeditasi untuk pertama kali dan kita mengesampingkan segala ketakutan kita, kecemasan kita, harapa kita, rencana kita. Kita mengesampingkan semuanya ini agar kita dapat terbuka secara peuh pada tujuan utama dari penciptaan kita yakni menjadi satu, menjadi satu dengan diri kita sendiri, menjadi satu dengan Tuhan dan menjadi satu dengan seluruh ciptaan. Proses meditasi adalah proses untuk menjadi satu dan jalannya ialah jalan satu-kata: maranatha. Jangan berkecil kati jika anda menemukan kesulitan untuk tetap mengucapkan kata-doa, tetapi tetaplah setia. Jangan berkecil hati jika anda selalu diganggu oleh pikiran-pikiran yang datang yang pergi, tetaplah setia dengan kata-doa anda.

Fully Alive



Bacaan Harian Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: